Lari Pagi di Taman Suropati


twinspatrol - Kami adalah contoh keluarga yang gagal paham dengan prinsip Keluarga Berencana, slogan BKKBN "dua anak cukup" kami artikan sebagai "dua kali melahirkan cukup". Meski beda tipis, kami tetap mendukung program yang mulai diresmikan oleh pemerintah sejak tahun 1970 ini. Siapa yang nga mau hidup sejahtera dengan dua anak seperti saran mereka, tapi siapa juga yang bisa menolak kalau dikasih rejeki lagi. Sejahtera atau tidak semua orang punya standard yang berbeda, jadi ikut KB nya nanti saja. 

Pada kelahiran pertama kami dikaruniai duo bujang palala dan disaat umur mereka menginjak setahun si bunda dipercaya untuk hamil lagi. Berbeda dengan bulan sebelumnya, konsultasi ke dokter kandungan kali ini sengaja kami pilih pagi hari. Tujuannya? ya tentu saja biar bisa langsung jalan-jalan lagi. Saking niatnya, daftar ke poli kebidanannya kami lakukan seminggu sebelumnya. Meski bukan urutan pertama,  jam 10.30 kami sudah dapat menyelesaikan semua urusan di rumah sakit dan berangkat menuju tujuan berikutnya, Taman Suropati.

Taman Suropati merupakan salah satu taman terbaik diantara sekian banyak taman yang ada di Jakarta. Berada di lahan seluas 1,6 ha, taman ini dihiasi lebih dari 1.000 m2 tanaman hias dan hampir 100 batang pohon pelindung. Lokasinya yang tepat berada dipertemuan Jl. Teuku Umar, Jl. Diponegoro dan Jl. Iman Bonjol membuat taman yang jadi pusat kawasan Menteng ini tidak pernah sepi pengunjung. Selain itu, pada taman ini juga terdapat patung-patung karya seniman ASEAN yang menjadikan taman ini berbeda dari taman lainnya.


Kurang dari jam sebelas kami pun sampai di taman ini, meski sudah mendekati tengah hari cuaca yang mendung membuatnya seakan masih pagi. Yup, saking mendungnya hujan gerimis pun turun begitu kami membuka pintu taksi. Yakin hujannya nga akan lama, saya pun meyakinkan istri dan ibu mertua untuk tidak masuk lagi ke dalam taksi dan mencari tempat untuk berteduh. Melihat saya yang kelewat optimis mereka pun terpaksa mengikutinya, karena tau saya yang kalau sudah berencana tidak satupun yang bisa mencegahnya :).

Tidak adanya tempat berteduh menjadi satu-satunya kekurangan dari taman ini. Kami hanya diberi dua pilihan, halte bis atau pos polisi, dan dua-duanya sama nga enaknya. Beruntung saat menuju halte kami menemukan sebuah gazebo disalah satu sudut taman ini. Gazebo yang menjadi pelindung dari salah satu patung karya seniman Asean ini menjadi penuh dengan pengunjung lain yang juga ingin berteduh.



Meski judulnya lari pagi, kegiatan disini lebih banyak kami habiskan dengan mengikuti si kembar. Menolak untuk berlari, mereka lebih memilih berjalan-jalan memandangi bermacam jenis tanaman hias, bercanda sambil mengelilingi kolam air dan sesekali mengejar kerumunan merpati. Yang terakhir perlu saya ralat, maksudnya lari saat dihampiri kerumunan merpati. Ya, sama seperti halnya kucing, melihat merpati pun mereka geli sampai-sampai akhirnya pun terpaksa berlari.



Tidak banyak memang yang bisa dilakukan disini, apalagi jika anda adalah keluarga muda dengan dua balita yang baru belajar berlari. Lain cerita bila anda masih sendiri. Tempat ini sangat cocok untuk berolahraga, mulai dari senam aerobik hingga lari pagi bisa dilakukan disini. Bagi anda penyuka fotografi tempat ini pun bisa anda pertimbangkan. Banyak objek yang dapat memanjakan kamera anda, mulai dari kembang mawar merah hingga kembang desa berjoger merah bisa anda temukan disini :). Sementara bagi kami, dapat menyaksikan mereka tertegun melihat keanekaragaman tanaman hias hingga tertawa geli saat lari dari kerumunan merpati sudah cukup membuat kami sangat puas.



Taman Suropati

Alamat :
Jl. Taman Suropati, Menteng - Jakarta Pusat

No comments:

Post a Comment

INSTAGRAM FEED

@indrahayadi